Cara Menerjemahkan Makalah Penelitian

OpenL Team 11/28/2025

TABLE OF CONTENTS

1. Pendahuluan: Mengapa Penerjemahan Makalah Riset Penting

Menerjemahkan makalah riset kini bukan lagi tugas yang terbatas. Peneliti, mahasiswa, dan profesional sering kali perlu:

  • Mengirimkan makalah ke jurnal internasional.
  • Mendaftar program pascasarjana atau posisi di luar negeri.
  • Berbagi riset dengan rekan kerja di negara lain.
  • Mengadaptasi karya akademik ke format yang lebih mudah diakses.

Sekadar “mengerti kata-kata” saja tidak cukup. Penerjemahan langsung kata demi kata mudah menyebabkan:

  • Metode atau hasil yang disalahartikan.
  • Gaya yang canggung dan tidak akademis sehingga mengganggu penilai.
  • Gangguan logika ketika struktur paragraf tidak terjaga.

Panduan ini berfokus pada alur kerja penerjemahan makalah riset yang praktis dan dapat diulang, dengan menjaga makna dan kualitas akademik, baik saat menerjemahkan ke bahasa Inggris maupun ke bahasa lain.

2. Sebelum Menerjemahkan: Perjelas Tujuan dan Batasan

Sebelum mulai menerjemahkan satu kalimat pun, jawab tiga pertanyaan berikut.

1) Siapa audiens yang dituju?

  • Penilai dan editor jurnal: mengharapkan gaya formal, ringkas, dan sesuai bidang.
  • Rekan akademik: peduli pada ketepatan istilah dan alur logika.
  • Mahasiswa atau masyarakat umum: membutuhkan bahasa yang lebih sederhana dan penjelasan lebih banyak.

2) Apa saja yang perlu diterjemahkan?

  • Makalah lengkap: judul, abstrak, teks utama, gambar, tabel, referensi (judul jika diperlukan).
  • Bagian utama: sering kali hanya abstrak, pendahuluan, dan kesimpulan untuk keperluan aplikasi.
  • Materi tambahan: lampiran, kuesioner, komentar kode, dan sebagainya.

3) Gaya dan ragam bahasa apa yang sesuai?

  • Gaya akademik formal untuk pengiriman ke jurnal.
  • Penulisan teknis yang netral dan jelas untuk laporan atau dokumen internal.
  • Nada semi-formal atau populer untuk kegiatan sosialisasi dan blog.

Terakhir, siapkan alat Anda:

  • Kamus umum dan khusus.
  • Glosarium, standar, dan buku teks yang spesifik untuk bidang tertentu.
  • Kumpulan makalah yang ditulis dengan baik di bidang Anda sebagai referensi gaya.
  • Catatan atau spreadsheet tempat Anda dapat membangun daftar istilah sendiri.

3. Baca dan Pahami Sebelum Menerjemahkan

Kualitas terjemahan bergantung pada pemahaman. Luangkan waktu untuk memahami makalah terlebih dahulu.

1) Baca sekali tanpa menerjemahkan

  • Identifikasi masalah penelitian, metode, dan hasil utama.
  • Tandai konsep penting, singkatan, dan simbol.
  • Catat struktur keseluruhan dan bagaimana setiap bagian berkontribusi pada argumen.

2) Sorot istilah dan konsep kunci

  • Istilah teknis (misalnya, “convolutional neural network”, “panel data”).
  • Frasa khusus bidang (misalnya, “difference‑in‑differences design”).
  • Ekspresi yang berulang yang menentukan ruang lingkup, metode, atau kontribusi.

3) Peta struktur logis

Sebagian besar artikel penelitian mengikuti IMRaD secara garis besar:

  • Pendahuluan – apa masalahnya dan mengapa itu penting.
  • Metode – bagaimana Anda mengatasi masalah tersebut.
  • Hasil – apa yang Anda temukan.
  • Diskusi – apa arti temuan dan mengapa itu penting.

Memahami struktur ini membantu Anda menjaga logika dan koherensi dalam bahasa target.

4) Selesaikan poin yang tidak jelas terlebih dahulu

Jika Anda tidak memahami suatu konsep, Anda tidak dapat menerjemahkannya dengan baik. Periksa:

  • Referensi asli dan makalah yang dikutip.
  • Buku teks atau artikel ulasan di bidang tersebut.
  • Definisi standar dari organisasi yang berwenang.

4. Terminologi: Bangun Glosarium Terjemahan Anda Sendiri

Konsistensi istilah sangat penting dalam makalah penelitian.

1) Identifikasi istilah teknis yang sebenarnya

Tidak setiap kata sulit adalah istilah. Fokus pada:

  • Konsep utama yang mendefinisikan teori atau model Anda.
  • Istilah metodologis (misalnya, “randomized controlled trial”).
  • Ukuran dan indeks khusus bidang.

2) Temukan terjemahan yang dapat diandalkan

Lebih disukai:

  • Standar dan pedoman internasional.
  • Jurnal terkemuka dan makalah yang sering dikutip dalam bahasa Anda.
  • Buku teks dan glosarium otoritatif dari asosiasi akademik.

Hindari hanya mengandalkan terjemahan mesin umum untuk istilah teknis.

3) Buat daftar istilah

Untuk setiap istilah kunci, catat:

  • Istilah sumber (bahasa asli).
  • Istilah target (terjemahan pilihan Anda).
  • Konteks atau contoh kalimat.
  • Sumber terjemahan (jurnal, standar, buku teks, dll.).

Bahkan spreadsheet sederhana dapat sangat meningkatkan konsistensi.

4) Jaga konsistensi istilah (dengan fleksibilitas sesuai konteks)

  • Gunakan terjemahan yang sama di seluruh makalah untuk istilah tertentu.
  • Hanya variasikan terjemahan jika konteks jelas mengubah makna.
  • Jika perlu, perkenalkan istilah sekali dengan kedua bahasa, lalu gunakan hanya bahasa target setelahnya.

5. Menerjemahkan Paragraf: Dari Kalimat ke Teks yang Koheren

Alih-alih menerjemahkan kata per kata, kerjakan pada tingkat kalimat dan paragraf.

1) Mulai dengan terjemahan draf kasar

  • Fokus pada makna yang akurat, bukan gaya.
  • Pertahankan semua informasi: jangan menambah, mengurangi, atau menafsirkan ulang.
  • Terima bahwa versi pertama mungkin terasa kaku.

2) Pecah kalimat panjang

Tulisan akademik sering menggunakan kalimat yang sangat panjang. Saat menerjemahkan:

  • Identifikasi klausa utama dan klausa anak.
  • Pecah kalimat yang terlalu panjang menjadi dua atau lebih kalimat pendek, jika sesuai dalam bahasa target.
  • Susun ulang klausa agar sesuai dengan urutan kata alami dalam bahasa target.

3) Tangani struktur kalimat umum

  • Klausa relatif: perjelas apa yang dimaksud dengan setiap “yang” dan hindari ambiguitas.
  • Klausa adverbial: pertahankan hubungan logis (sebab, kontras, syarat, waktu).
  • Nominalisasi: putuskan apakah akan mempertahankan atau mengubah menjadi kata kerja, tergantung konvensi bidangnya.

4) Pertahankan struktur paragraf

Sebuah paragraf yang baik biasanya memiliki:

  • Kalimat utama yang menyatakan ide pokok.
  • Kalimat pendukung dengan bukti, data, atau penalaran.
  • Kalimat penutup atau transisi.

Saat menerjemahkan, pastikan struktur ini tetap jelas dalam bahasa target. Jangan mengacak urutan kalimat secara sembarangan; hal ini dapat merusak alur logis.

6. Tips Per Bagian (IMRaD)

6.1 Judul dan Abstrak

  • Judul: harus tepat, ringkas, dan informatif. Hindari kata-kata yang samar atau terlalu kreatif.
  • Abstrak: rangkum masalah, metode, hasil utama, dan kontribusi dalam jumlah kata yang terbatas.

Tips:

  • Hindari jargon dalam judul kecuali memang standar di bidang Anda.
  • Dalam abstrak, nyatakan dengan jelas apa yang dilakukan dan apa yang ditemukan.
  • Sertakan kata kunci yang sesuai dengan gaya jurnal target Anda.

6.2 Pendahuluan

Bagian pendahuluan biasanya:

  • Menetapkan konteks dan pentingnya topik.
  • Meninjau literatur utama.
  • Menyatakan celah penelitian.
  • Menjelaskan kontribusi Anda.

Saat menerjemahkan:

  • Pertahankan alur narasi dari konteks umum menuju masalah spesifik.
  • Pastikan referensi terhadap penelitian sebelumnya akurat dan bernada netral.
  • Buat celah penelitian menjadi eksplisit dalam bahasa target.

6.3 Metode

Bagian metode harus jelas dan dapat direproduksi.

  • Gunakan kata kerja yang tepat seperti “mengukur”, “mengestimasi”, “mengumpulkan”, “menganalisis”.
  • Pilih bentuk waktu yang konsisten (sering kali bentuk lampau untuk eksperimen yang sudah selesai).
  • Perhatikan satuan, ukuran sampel, dan langkah prosedur.

Hindari bahasa yang samar seperti “kami melakukan beberapa tes”; pastikan detail teknis sesuai dengan aslinya.

6.4 Hasil

Bagian hasil menjelaskan apa yang ditemukan, bukan maknanya (itu untuk bagian Diskusi):

  • Gunakan bahasa yang netral dan deskriptif: “meningkat”, “menurun”, “tidak ada perbedaan signifikan”.
  • Referensikan tabel dan gambar secara konsisten (“Tabel 1 menunjukkan…”, “Seperti ditunjukkan pada Gambar 2…”).
  • Gunakan bentuk waktu yang konsisten, biasanya bentuk lampau.

Pastikan nilai numerik, nilai p, interval kepercayaan, dan label sesuai persis dengan aslinya.

6.5 Diskusi dan Kesimpulan

Bagian diskusi menginterpretasikan hasil dan menempatkannya dalam konteks.

Saat menerjemahkan:

  • Pertahankan nuansa dan kehati-hatian (misalnya, “mungkin menunjukkan”, “sesuai dengan”).
  • Jelas membedakan antara apa yang ditunjukkan data dan apa yang dihipotesiskan.
  • Sampaikan keterbatasan dan rencana penelitian ke depan dengan hati-hati; jangan meremehkan atau melebih-lebihkan.

Kesimpulan sebaiknya mengulang temuan utama dan implikasinya secara singkat dan jelas.

6.6 Ucapan Terima Kasih dan Lampiran

  • Gunakan ungkapan standar dan sopan untuk berterima kasih kepada lembaga pendanaan, peninjau, dan kolaborator.
  • Pastikan nomor hibah, nama proyek, dan afiliasi institusi tercantum dengan benar.
  • Untuk lampiran, jaga format tetap konsisten dengan pedoman jurnal.

7. Gaya dan Nada: Buat Terdengar Seperti Makalah Asli

Terjemahan yang baik harus terasa seolah-olah ditulis langsung dalam bahasa target.

1) Sesuaikan dengan konvensi gaya akademik

  • Utamakan kalimat yang jelas dan langsung.
  • Hindari bahasa gaul dan ekspresi yang terlalu emosional.
  • Gunakan kehati-hatian yang sesuai (misalnya, “mungkin”, “kemungkinan”, “tampaknya”).

2) Kendalikan panjang kalimat

  • Terlalu banyak kalimat pendek bisa terdengar terlalu sederhana.
  • Terlalu banyak kalimat panjang bisa membingungkan.
  • Usahakan variasi panjang kalimat yang terkontrol, sesuai norma di bidang Anda.

3) Hindari “rasa terjemahan”

Tanda umum “translationese” antara lain:

  • Idiom yang diterjemahkan secara harfiah tetapi tidak ada dalam bahasa target.
  • Susunan kata yang canggung meniru bahasa sumber.
  • Pengulangan frasa yang tidak alami.

Perbaiki dengan:

  • Membandingkan kalimat Anda dengan makalah bagus di bidang yang sama.
  • Menulis ulang frasa yang terlalu harfiah menjadi ekspresi yang lebih alami.

8. Revisi dan Pemolesan: Di Sini Kualitas Benar-Benar Meningkat

Sebagian besar peningkatan kualitas terjadi saat revisi, bukan pada draf pertama.

1) Gunakan daftar pemeriksaan mandiri

Setelah menyelesaikan satu bagian, pastikan:

  • Apakah istilah teknis diterjemahkan secara konsisten sesuai dengan glosarium Anda?
  • Apakah penggunaan waktu (tense) stabil dalam setiap bagian (terutama Metode dan Hasil)?
  • Apakah referensi, sitasi, serta nomor gambar/tabel sudah benar?
  • Apakah satuan, simbol, dan singkatan digunakan secara konsisten?

2) Membaca dengan suara keras

Membaca dengan suara keras membantu Anda mendeteksi:

  • Frasa yang canggung dan kalimat yang terlalu panjang.
  • Kata yang hilang atau berlebihan.
  • Transisi yang tiba-tiba antara kalimat dan paragraf.

3) Bandingkan dengan makalah model

  • Pilih 2–3 makalah berkualitas tinggi dalam bahasa target.
  • Bandingkan cara mereka menulis pendahuluan, mendeskripsikan metode, dan menyajikan hasil.
  • Sesuaikan frasa Anda agar lebih mendekati pola yang sudah mapan, tanpa menyalin.

4) Gunakan alat secara bijak

Pemeriksa tata bahasa dan alat gaya dapat membantu menemukan:

  • Typo dasar dan kesalahan tata bahasa.
  • Beberapa masalah gaya (misalnya, kata yang diulang, penggunaan pasif berlebihan).

Namun, alat tersebut tidak memahami riset Anda seperti Anda sendiri. Selalu buat keputusan akhir berdasarkan pengetahuan bidang Anda dan persyaratan jurnal tujuan.

9. Berkolaborasi Dengan Penulis Bersama dan Pembimbing

Penerjemahan sering melibatkan tim.

1) Membagi tugas dengan bijak

Pembagian tugas yang mungkin meliputi:

  • Berdasarkan bagian (misalnya, satu orang menangani Metode, yang lain menangani Pendahuluan dan Diskusi).
  • Berdasarkan peran (misalnya, satu orang melakukan terjemahan awal, yang lain fokus pada pemolesan dan konsistensi).

2) Melacak versi

  • Gunakan nama file yang jelas atau alat kontrol versi.
  • Simpan log perubahan sederhana saat Anda melakukan revisi besar.
  • Hindari mencampur beberapa versi terjemahan tanpa pelacakan.

3) Iterasi berdasarkan masukan

Ketika penulis bersama atau pembimbing meninjau terjemahan:

  • Diskusikan pilihan istilah dan sepakati bentuk akhir.
  • Klarifikasi perubahan yang mungkin mengubah makna ilmiah.
  • Terapkan saran gaya dan kejelasan jika meningkatkan keterbacaan.

10. Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

1) Terjemahan yang terlalu harfiah

  • Masalah: setiap kata diterjemahkan, tetapi kalimat terasa tidak alami atau kurang jelas.
  • Solusi: fokus pada penyampaian makna dan fungsi; tulis ulang kalimat agar sesuai dengan logika dan irama bahasa sasaran.

2) Salah menafsirkan istilah teknis

  • Masalah: kemiripan kata atau entri kamus yang menyesatkan menyebabkan terjemahan yang salah.
  • Solusi: selalu periksa penggunaan istilah dalam makalah asli di bidang Anda.

3) Ketidakkonsistenan logis

  • Masalah: paragraf tidak lagi mengikuti alur argumen yang jelas setelah diterjemahkan.
  • Solusi: tinjau dan sesuaikan struktur paragraf, bukan hanya kalimat satu per satu.

4) Kesalahan format dan referensi

  • Masalah: gaya sitasi yang tidak konsisten, nomor tabel/gambar yang salah, referensi yang tidak cocok.
  • Solusi: periksa ulang penomoran, keterangan, dan daftar referensi di akhir.

5) Masalah integritas akademik

  • Masalah: menyalin teks dari sumber lain tanpa sitasi yang benar, bahkan dalam terjemahan.
  • Solusi: ikuti standar plagiarisme dan sitasi di disiplin Anda; menerjemahkan tidak menghilangkan kewajiban atribusi yang benar.

Sebelum mengirimkan atau membagikan, lakukan “pemeriksaan akhir terjemahan”:

  • Baca ulang abstrak, pendahuluan, dan kesimpulan secara keseluruhan.
  • Pastikan pesan utama konsisten di seluruh bagian.
  • Periksa apakah istilah, gaya, dan format sudah sesuai dengan pedoman tempat publikasi yang dituju.

11. Penanganan Khusus: Gambar, Tabel, Persamaan, dan Referensi

Gambar dan Tabel

  • Biarkan gambar asli tetap seperti semula.
  • Terjemahkan keterangan secara penuh, tetapi pertahankan nomor gambar/tabel dan label internal persis seperti aslinya.
  • Jika bahasa Tionghoa dan Inggris muncul dalam satu tabel (umum pada pengajuan dwibahasa), gunakan huruf tebal atau jenis font berbeda untuk membedakan bahasa dengan jelas.
  • Tata letak yang disarankan di jurnal berbahasa Inggris: bahasa Inggris di atas/kiri, bahasa Tionghoa di bawah/kanan (atau di lampiran).

Persamaan

  • Nama variabel (misalnya, β₁, lnY_{it}) tidak pernah diterjemahkan — ini bersifat internasional.
  • Jika makalah asli hanya menjelaskan simbol dalam bahasa Mandarin, tambahkan penjelasan simbol singkat dalam bahasa Inggris pada kemunculan pertama persamaan atau di catatan kaki.

Referensi

  • Untuk jurnal berbahasa Inggris: terjemahkan judul artikel berbahasa Mandarin ke dalam bahasa Inggris dalam [tanda kurung siku] setelah judul asli, atau hanya berikan terjemahan bahasa Inggris jika jurnal memperbolehkan. Contoh:
    王小明 (2023). “双减政策对家庭教育支出的影响.” 《经济研究》, 58(3), 45–62. [Wang, Xiaoming (2023). The impact of the “Double Reduction” policy on household education expenditure.]
  • Nama jurnal, nama penerbit, dan volume/edisi tetap dalam bahasa asli/romanisasi kecuali jurnal tujuan memiliki gaya khusus.

12. Kesimpulan: Dari “Memahami” Menuju “Menerjemahkan dengan Baik”

Menerjemahkan makalah penelitian adalah keterampilan bahasa sekaligus keterampilan akademik. Ini membutuhkan:

  • Pemahaman mendalam terhadap riset itu sendiri.
  • Kesadaran akan konvensi dan terminologi disiplin ilmu.
  • Penguasaan gaya, nada, dan struktur dalam bahasa target.

Dengan mengikuti proses sistematis yang dijelaskan dalam panduan ini—memperjelas tujuan, membangun daftar istilah, menerjemahkan per paragraf, menangani elemen visual dengan benar, dan merevisi secara ketat—Anda dapat secara konsisten menghasilkan terjemahan yang terasa seolah-olah ditulis langsung dalam bahasa target.

Seperti halnya penelitian, keterampilan menerjemahkan akan meningkat dengan latihan yang disengaja. Mulailah membangun glosarium pribadi dan kumpulan makalah berkualitas di bidang Anda hari ini.

13. Bacaan & Alat Lanjutan

Jika Anda ingin mempercepat proses sambil tetap menjaga format (persamaan, tabel, referensi), alat seperti OpenL Research Paper Translator, DeepL, dan template bilingual Overleaf dapat membantu untuk draf awal dan tata letak. Selalu perlakukan hasil mesin sebagai titik awal, bukan produk akhir.